Langit pagi itu cerah, seolah turut mengamini hari bahagia yang telah lama dinanti. Suasana ruangan tempat akad nikah berlangsung terasa hangat namun sakral. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan qari menggema lembut dan syahdu, menggetarkan hati setiap tamu yang hadir. Aroma bunga melati dan mawar segar yang menghiasi pelaminan bercampur wangi dupa tipis yang diselipkan di pojok ruangan, menambah nuansa khidmat dan syahdu. Ina dan Dhannis sesekali menunduk, tidak menoleh seperti tadi walaupun ingin. Masa pingitan yang baru selesai itu belum mengurai rindu sepenuhnya. Setelah itu ada jeda sebentar, tapi semua tampak terdiam. Seolah nafas saja harus diatur agar tidak terdengar. "Sudah siap, Mas?" tanya Pak penghulu tiba - tiba, seorang pria paruh baya dengan suara lembut namun berw

