Sesampainya di Jakarta, mereka langsung dijemput oleh sopir yang biasa mengantar eyang Nino. Mobil Mercy hitam dengan aroma khas kulit jok premium sudah menunggu di pintu lobi stasiun Whoosh di Halim, membuat Dhannis dan Ina tak perlu menunggu lama. Rencana awalnya, mereka memang akan mampir dulu ke rumah Eyang Nino di Kebayoran sebelum melanjutkan aktivitas hari itu. Ina belum menghubungi Papanya sejak tiba di Jakarta, dan hal itu sempat membuat Dhannis mengernyitkan dahi. Bukankah tadi Ina sendiri yang bilang bahwa Papanya, Pak Windra, sudah akan sampai Jakarta pagi ini? Tapi karena tadi justru Ina yang mengusulkan untuk bertemu sang Papa, Dhannis memilih tidak bertanya apa-apa dulu. Ia tahu, ada saat-saat di mana Ina perlu ruang untuk mengatur perasaannya sendiri. Setelah menempuh per

