Keduanya tertawa bersama. Suasana kamar hotel terasa lebih hangat meski udara pagi sejuk. Cahaya matahari sudah lebih terang sekarang, menimpa seprai putih yang kusut. Aroma kopi yang baru diseduh oleh room service menyelinap dari meja kecil dekat pintu, membawa suasana seperti rumah. Darius menatap wajah istrinya sekali lagi, lalu mengusap pipinya. “Kamu tahu nggak, Sayang? Mas bahagia banget. Mas nggak pernah sebahagia ini sebelumnya.” Yanna menatapnya dengan mata yang mulai jernih. “Aku juga, Mas. Rasanya … seperti mimpi. Semoga mimpi ini nggak pernah selesai.” “InsyaAllah nggak, Sayang,” jawab Darius mantap. “Kita yang bakal jaga mimpi ini jadi kenyataan.” Yanna tersenyum, matanya kembali berbinar. Ia meraih tangan Darius, menggenggamnya erat. “Mas … makasih ya. Aku baru kali ini m

