Satu Minggu Kemudian – Malam Acara Amal Lampu kristal besar di ballroom Hotel Diamond Surabaya memantulkan cahaya keemasan ke setiap sudut ruangan. Musik lembut dari piano mengalun, mengiringi percakapan tamu-tamu penting yang berdatangan dengan pakaian terbaik mereka. Suasana malam itu tampak hangat dan mewah, tapi di balik senyum-senyum sopan dan jabat tangan hangat, ada arus ketegangan yang tak terlihat. Adnan berdiri di dekat pintu masuk utama, mengenakan setelan hitam elegan dengan dasi perak. Tatapannya tajam, sesekali menoleh ke arah panggung tempat para anak yatim sedang mempersiapkan penampilan mereka. Sementara itu, Darius berada di sisi lain ruangan, dikelilingi beberapa tamu bisnis dan pejabat. Ia tampak tenang, sesekali tersenyum, meski sebenarnya pikirannya terus berputar.

