Bab 145. Anggi Cari Perhatian Adnan

1365 Words

Jam makan siang hampir tiba. Dari luar ruangan direktur, aroma harum makanan mulai tercium samar. Regan yang baru saja turun dari lobi membawa beberapa paper bag berisi pesanan Indira terlihat agak kewalahan. Tangannya penuh — sebagian berisi wadah makanan, sebagian lagi minuman dalam kemasan kertas berlogo restoran Jepang langganan Adnan. Anggi yang duduk di meja sekretaris segera menegakkan tubuhnya ketika melihat pemandangan itu. “Waduh, Pak Regan, banyak banget tuh. Biar saya bantu bawa aja ke dalam,” ucapnya cepat, pura-pura tulus. Regan menoleh sambil tersenyum singkat. “Oh, boleh. Tapi hati-hati ya, Bu Direktur dan bayi lagi di dalam. Jangan berisik.” “Siap,” balas Anggi dengan senyum lembut yang dibuat seanggun mungkin. Ia lalu berdiri, merapikan rambutnya di pantulan kaca meja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD