Bab 107. Lamaran Cinta Kedua

1203 Words

Tanpa terasa sudah seminggu berlalu setelah Adnan siuman dari komanya. Dan, tampaknya pria itu ingin menyegerakan niat baiknya. Ya, tepat hari minggu Ya, tepat hari minggu rumah sederhana milik orang tua Indira tampak berbeda dari biasanya. Dari jauh, sudah terlihat tenda besar berwarna gold dan putih berdiri anggun di halaman rumah. Tirai kain menjuntai lembut, dihiasi rangkaian bunga mawar putih dan melati yang semerbak wanginya. Udara pagi membawa aroma masakan dari dapur rumah-rumah tetangga yang dengan sukarela ikut membantu. Suara riuh obrolan bercampur tawa kecil terdengar di mana-mana, menandai hari istimewa yang sedang dinanti. Indira berdiri di depan cermin di kamarnya. Tangannya bergetar pelan saat merapikan kebaya sederhana berwarna biru yang melekat di tubuhnya. Wajahnya dih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD