Darius menarik napas dalam, menatap mata istrinya dengan tatapan hangat. “Kamu nggak usah takut. Apa pun hasilnya, Mas tetap sayang kamu. Ingat?” Yanna menatapnya, matanya berkaca-kaca. “Iya … aku ingat. Tapi … aku benar-benar berharap.” Darius mengecup keningnya. “Mas juga. Kita sama-sama doa, ya.” Tak lama kemudian, terdengar ketukan pintu. Indira muncul dengan wajah penuh semangat, membawa kantong kecil. “Mbak Yanna … ini test pack-nya. Aku udah beli tadi pagi di apotek dekat sini.” Wajah Yanna langsung memanas. “Aduh, Indi … kamu heboh banget.” Indira terkikik. “Ya gimana … aku ikut deg-degan. Cepet coba, biar kita tahu.” Darius menerima kantong itu dari Indira. “Makasih, Indi. Biar Yanna aku temani.” Indira mengangguk, lalu mundur. “Oke, aku tunggu di luar. Semoga hasilnya biki

