Bab 136. Menjelang Lahiran

1209 Words

Pagi hari, langit Jakarta tampak cerah dengan semburat jingga keemasan di ufuk timur. Udara segar menyelinap masuk melalui jendela besar kamar utama rumah Adnan dan Indira di kawasan selatan Jakarta. Tirai tipis yang bergerak pelan tertiup angin membuat suasana terasa begitu tenang—kontras dengan beberapa bulan lalu yang penuh ketegangan di Surabaya. Di ranjang king size yang empuk, Indira masih terbaring miring dengan satu tangan mengelus perut buncitnya yang sudah memasuki usia sembilan bulan. Ia menghela napas pelan, menyadari gerakan kecil dari dalam perutnya. “Pagi, Nak,” gumamnya lembut, bibirnya membentuk senyum tipis. “Jangan bikin Mama deg-degan ya, belum waktunya lahiran.” Dari arah kamar mandi terdengar suara air, menandakan Adnan sudah bangun lebih dulu. Tak lama kemudian, p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD