Malam turun perlahan di kawasan elit tempat mansion keluarga Adnan berdiri megah. Angin berembus lembut dari arah taman belakang, membawa aroma tanah basah sisa hujan sore tadi. Dari luar, rumah besar itu tampak tenang—lampu taman menyala lembut, suara jangkrik bersahutan, dan dari dalam terdengar sayup tawa kecil Alyana yang sedang bermain dengan bonekanya. Namun di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang tak biasa. Sejak beberapa malam terakhir, Indira mulai merasa tidak nyaman. Ada perasaan seperti sedang diawasi. Kadang ia menemukan pagar depan terbuka sedikit padahal sudah dikunci rapat. Kadang, lampu taman yang biasanya menyala otomatis, tiba-tiba mati tanpa alasan. Malam ini pun begitu. Indira menatap keluar dari jendela kamar, melihat ke arah halaman yang temaram. Hatinya berdeba

