Udara malam semakin menusuk, meninggalkan embun tipis di kaca jendela mobil yang melaju membelah jalan kota.l Surabaya. Deru mesin terdengar stabil, sementara lampu-lampu jalan berbaris seolah menjadi saksi bisu perjalanan panjang itu. Adnan melirik sekilas ke samping. Indira masih terlelap, kepalanya bersandar pada kaca, napasnya teratur, wajahnya teduh dalam damai yang jarang ia lihat. Selama bertahun-tahun, ia begitu merindukan ketenangan itu—ketenangan yang hanya bisa ia rasakan ketika Indira ada di sisinya. Beberapa menit kemudian, mobil pun perlahan memasuki halaman rumah besar milik Oma Widya. Pintu gerbang terbuka, menyambut kedatangan mereka dengan cahaya lampu taman yang lembut. Adnan memarkir mobil tepat di depan teras utama. Namun, ia tidak segera mematikan mesin. Pandanganny

