Bab 43. Yang Sebenarnya

1191 Words

“Maafkan kalau saya datang tiba-tiba tante,” ucap Amara dengan suara tenang, tetapi tatapan matanya yang tajam menunjukan banyak hal yang ingin ia bicarakan dengan Ranita. “Duduklah,” ajak Ranita sambil berjalan menuju kursi yang tak jauh dari tempat Amara berdiri. Dipersilahkan duduk, Amara pun segera berjalan menuju kursi yang berhadapan dengan Ranita. “Kamu ingin minum sesuatu?” tanya Ranita dengan pandangan teduh, seolah tahu dan siap dengan semua pertanyaan Amara nanti. “Tidak tante, terimakasih. Saya sedang tidak ingin apa-apa,” tolak Amara halus. “Ada apa? Sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan dengan tante?” tanya Ranita membuka pembicaraan. “Iya, mungkin menurut tante, pertanyaan saya ini lancang dan sedikit terlambat untuk menanyakannya. Tapi mendengar mas Arka melamar

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD