"Jadi bagaimana, Varrel? Semua udah aman? Kamu bisa handle?" "Alhamdulillah semuanya berjalan normal, Yah. Berkat Ayah, tim yang bekerja mati-matian, ditambah influencer baru kita cukup mendongkrak penjualan." Ibra tersenyum, kepalanya mengangguk mendengar jawaban Varrel. Sebagai seorang Ayah tentu dia lega plus senang mendengar anaknya bisa bangkit dari kesusahan. Bisa dibilang baru satu bulan, tetapi pergerakannya sudah sangat bagus. Jadi dana yang dia salurkan tidak sia-sia. Kedua pria itu kembali diam menikmati kopi pesanannya. Sore ini keduanya memang janjian bertemu untuk membahas soal perusahaan. Awalnya Ayna ingin ikut, tetapi Varrel melarang. Beruntung kedua orangtuanya masih berada di rumah, jadi bisa menemani Ayna selama dirinya tidak ada. "Terus amati pergerakan pasar, cari

