"Wedding dream kamu seperti apa, Ay?" "Dulu banyak. Tapi buat sekarang, aku mau yang sederhana aja." "Apa karna bukan sama Wildan makanya kamu ngga excite? Seflat itu ya, Ay?" Ayna menoleh, menatap lekat wajah Varrel. Sudut bibirnya tertarik, tangannya terulur menyentuh hidung menggunakan jari telunjuk. "Kamu cemburu?" "Kalau iya kenapa?" sahut Varrel cepat tanpa basa-basi. Bukannya merasa salah senyum Ayna justru semakin lebar. Rasa gemasnya mencuat, ingin sekali dia meraup wajah pria di sampingnya. Akan tetapi Ayna menahan tangannya agar tidak kelepasan. Tanpa mengalihkan tatapannya Ayna menaik-naikan alisnya. "Baru ini aku liat seorang Varrel cemburu. Ternyata begini ya kalau lagi cemburu? Lucu." Ayna tertawa kecil seraya menjauhkan wajahnya. "Sederhana bukan berarti ngga excited.

