"Ini detail kontrak karyawan yang Bapak minta tadi. Belum semua saya cek terutama bagian produksi. Karna dari pihak sana belum kirim email ke saya." "Yang hampir habis ada berapa orang, Ay?" "Sekitar lima orang." Varrel mengalihkan tatapannya dari layar laptop ke kertas yang Ayna bawa. Sejenak dia baca, meneliti satu per satu nama yang tertera di sana. "Ini baru setengah, ya? Tolong kamu lanjut catat, lalu kamu buat edaran ke mereka. Setelah itu seperti biasa atur rapat untuk bahas kontrak baru. Infokan juga kalau memang ada yang berniat resign jangan mendadak." Dengan siap siaga Ayna mencatat point-point yang menurutnya penting. Wanita itu mengangguk, menunggu apa lagi yang akan bosnya katakan. Selagi menunggu Ayna mencuri-curi pandang menatap Varrel. Pria di sampingnya kalau sudah mo

