Hidup Masing-Masing

1021 Words

"Loh, belum rapih-rapih, Rel? Tumben, udah jam delapan loh." Varrel yang baru turun menarik kursi, duduk tepat di sisi sebelah kiri Pradipta. Diambilnya segelas air, lalu meminumnya sampai habis. Gelas kosong itu kembali Varrel letakan di depan. Hari memang sudah siang, tapi rasanya sangat malas untuk beraktivitas. "Hari ini kayaknya aku ngga ke kantor, Yah. Ngga ada meeting, pekerjaan bisa aku lakuin online. Lebih dari itu sebetulnya aku ngantuk mau tidur. Jad–" "Gimana ngga ngantuk, jam tiga masih di ruang kerja mandangij laptop. Tidur jam berapa kamu?" "Sekitar jam lima," jawab Varrel tanpa menoleh. Suara itu sudah sangat dia hapal. Memang suara siapa lagi kalau bukan Salwa? Wanita itu meletakkan nasi goreng buatannya di atas meja. Semua lauk sudah tertata, Salwa ikut duduk di sebe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD