Sekitar pukul dua pagi Agatha terbangun karena tenggoroknya terasa sangat kering. Saat matanya terbuka, hal pertama yang dia dapati adalah sosok Ayna. Wanita itu tengah berdiri menatap ke luar jendela. Entah apa yang sedang wanita itu lakukan di pagi buta seperti ini. Agatha beringsut turun dari atas kasur, lalu berjalan menghampiri Ayna. Ditepuknya pelan punggung wanita itu sampai dia menoleh. Agatha menaikkan dagunya seraya bertanya 'ada apa' pada wanita di sampingnya. Paham apa maksud Agatha, Ayna menghembuskan napasnya lalu menjawab, "gue ga bisa tidur, Ta. Niatnya habis bales pesan Varrel mau tidur, tapi tetap ga bisa." "Ga mungkin kalau ga ada sebabnya, Na. Apa lagi ada yang lo fikirin? Masih soal takut ngelahirin? Yaampun, Na, jangan dijadiin beban. Jalanin aja selayaknya air men

