BAB 100

1506 Words

Dengan perasaan campur aduk—kecewa, marah, bingung, dan emosi yang meluap-luap—Luna menggenggam kedua tangannya erat hingga bergetar. Matanya basah oleh air mata, dan akhirnya ia berteriak lantang, “Mama jahat!” Tanpa menunggu reaksi siapa pun, Luna langsung berlari keluar rumah, meninggalkan suara tangis dan kemarahan yang menggema di dalam. “L-Luna? Sayang, tunggu!” Desi tersentak dan langsung mengejar putrinya. Suaranya penuh kepanikan, hampir bergetar. “Sayang, dengar Mama! Apa yang kamu dengar tadi itu tidak benar! Kamu anak Mama dan Papa, Luna!” teriaknya putus asa. Namun langkah Desi mendadak terhenti. Matanya membelalak melihat sosok yang berdiri diam di sudut ruangan—Alex. Tubuh Desi seketika kaku. Napasnya tercekat, dan wajahnya pucat pasi. “M-Mas Alex…?” gumamnya lirih. Suar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD