“I-ini serius?” “Ciuman pertama aku… dengan laki-laki dingin ini?” batinnya kacau. Ia mendongak sejenak, menatap wajah Kenzo dari jarak sedekat itu. Pria itu tampak tenang—terlalu tenang—seolah semua ini hanyalah bagian dari sesuatu yang sudah ia kuasai sepenuhnya. Namun, di balik kelopak matanya yang terpejam, pikirannya bergolak. “Kenapa rasanya… berbeda?” “Padahal aku sudah sering berciuman dengan Cindy. Tapi kenapa kali ini rasanya jauh lebih dalam dan... nikmat?” Ada sesuatu yang tak bisa ia jelaskan. Kedekatan yang aneh, kenyamanan yang datang terlalu cepat—seolah ia dan gadis di pelukannya sudah saling mengenal sejak lama. Dan yang paling mengganggunya… ia tak ingin berhenti. Kenzo tetap memejamkan mata, larut dalam momen itu. Sikapnya yang biasanya dingin seakan mencair. Se

