SEASON 3 // Bab 59

1645 Words

“K–k… Kak Sagara…?” Suara Siska dan Dimas keluar bersamaan—pelan, kaget, gugup, dan terdengar seperti hampir tidak keluar dari tenggorokan. Sagara mengangkat alis sedikit, bingung melihat ekspresi mereka yang tampak seperti baru melihat malaikat pencabut nyawa berdiri di ruang tamu. “Iya gue.” jawabnya datar. “Emangnya kenapa? Kok pada lihat gue kayak gue habis bunuh orang?” Tidak ada yang menjawab. Tatapan Sagara berpindah—ke Diki, lalu ke Dimas, kemudian kembali lagi ke Diki. Lambat. Menghitung. Membaca. “Dan lo, Dik.” suara Sagara merendah, penuh tekanan. “Tadi lo ngomong apa? Katanya gue nggak bakalan maafin…” Sudut bibirnya terangkat tipis, senyum yang justru terasa mengancam. “Sebenernya gue nggak bakalan maafin siapa?” Diki diam. Terlalu diam. Dalam k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD