Pagi pun tiba. Masih di rumah Ibu Resti. Jam dinding menunjukkan pukul 07.00 pagi. Suasana ruang makan tampak tenang—terlalu tenang, justru terasa janggal. Ibu Resti duduk di ujung meja, sementara Kenzo, Alesha, dan Kesya menikmati sarapan bersama. Setidaknya, mereka berpura-pura menikmatinya. Pandangan Ibu Resti tertuju pada wajah menantunya. Keningnya mengernyit pelan. “Alesha, mata kamu kenapa, Sayang?” tanyanya lembut namun penuh perhatian. “Kok kelihatan sembab begitu?” Jantung Kenzo seketika mencelos. "Aduh… kenapa Mamah harus nanya begitu, sih?" batinnya panik. “Oh—n-nggak kok, Mah. Nggak apa-apa,” jawab Alesha cepat, suaranya terdengar gugup. Ia lalu menunduk, jemarinya menggenggam sendok erat-erat. Sesaat kemudian, ia melirik Kenzo sekilas—tatapan dingin bercampur lu

