DI UJUNG GANG — MALAM SEMAKIN GELAP Sagara menutup mata sejenak, menarik napas panjang. “Ya Tuhan... kalau ini akhirnya, tolong kuatkan aku,” bisiknya lagi dalam hati. Tangannya terkepal, tubuhnya siap menerima apa pun yang datang. Tapi sebelum pukulan pertama mendarat, suara berat menggema dari ujung gang. “TUNGGU!!!” Semua kepala menoleh. Dari balik bayangan, muncul beberapa pria berbadan kekar, lebih besar dan lebih banyak dari para preman itu. Tatapan mereka tajam, langkah mereka berat, dan aura mereka... menekan. “Jangan pernah coba sentuh pemuda itu,” kata salah satu dari mereka, suaranya tegas dan dingin. “Sekali aja kalian berani, kalian semua bakal berhadapan dengan kita.” Preman-preman itu saling pandang, lalu ketuanya meludah lagi ke tanah. “Kurang ajar! Siapa lo s

