Namun Alex tetap memandangnya penuh ketenangan, memberikan keyakinan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang ia putuskan sembarangan. “Malam ini, di tempat ini,” ulang Alex dengan nada lembut namun tegas. “Kita akan menikah. Mas ingin mengikat janji kita lagi, Angel. Untuk kamu, untuk Laura, untuk Luna, untuk masa depan kita.” Angel terdiam, mencoba mencerna semua yang baru saja diucapkan Alex. Hatinya berdebar kencang, namun ia tetap mempertahankan ekspresinya yang tenang, berusaha menyembunyikan gelombang emosi yang kini mengguncang dirinya. “T-Tapi, Mas...” ucap Angel akhirnya, suaranya sedikit bergetar. “Bukannya menikah itu harus ada wali dari keluarga Angel?” Bukannya menjawab pertanyaan Alex, Angel justru terlihat panik. Pikirannya mulai dipenuhi kecemasan yang sulit ia abaikan.

