Dokter itu sempat terdiam sejenak setelah menyelesaikan pemeriksaan. Tatapannya mengarah pada Nita—yang kini kembali terlelap di atas ranjang. Ada sesuatu yang mengganjal di benaknya… Sebuah kemungkinan… yang membuatnya ragu untuk langsung menyimpulkan. Akhirnya, ia menoleh pada Darrell. “Pak, bisa kita bicara sebentar di luar?” pintanya pelan. Darrell mengangguk tanpa banyak tanya. Keduanya pun keluar dari kamar, membiarkan Nita beristirahat. Di luar kamar— Suasana terasa lebih sunyi. Dokter itu menarik napas, lalu berkata dengan tenang, “Secara umum… kondisi istri Anda baik-baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Darrell mengernyit. “Kalau memang baik-baik saja… kenapa dari tadi di pesawat dia terlihat begitu lemas?” tanyanya, nada suaranya tak bisa me

