Malam pun tiba… Di rumah Alif. Jam dinding di ruang tamu sudah menunjukkan pukul 09.00 malam. Sejak pulang dari majelis taklim siang tadi, Rara tidak bisa tenang. Di dalam kamarnya, ia terus berjalan mondar-mandir tanpa tujuan. Langkahnya gelisah, pikirannya dipenuhi satu nama yang sama. Alif. “Iihhh… sebenarnya Mas Alif itu lagi ngapain sih di majelis taklim?” gumamnya kesal. “Kok udah malam begini belum pulang juga?” Rasa gelisah yang aneh terus menggerogoti hatinya. Ia sendiri tidak mengerti kenapa perasaannya jadi sekacau ini. Rara akhirnya keluar dari kamar, lalu berjalan menuju ruang tamu. Ia berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke halaman rumah. Matanya langsung mencari sesuatu. Garasi. Namun mobil Alif belum juga ada di sana. “Tuh kan…” desahnya pel

