Karena cukup susah menutup pintu dari dalam, Gavin akhirnya mendorong tubuhnya keluar. Baru saja ia menapak di aspal, tiba-tiba— “Aw! Aduh! Aduh! Astagaaa sakit!” pekik seorang perempuan yang tak sengaja ditabraknya. Gadis itu langsung melotot sambil meringis. “Hei! Kalau jalan tuh pakai mata dong! Lihat nih—” ia menunjuk buku-bukunya yang jatuh berserakan di tanah. “Semua jadi berantakan! Pokoknya aku nggak mau tau! Kamu harus tanggung—” Kalimatnya terhenti begitu saja. Matanya langsung membesar, napasnya tercekat, lalu… “…gilaaaaa…” bisiknya dalam hati. Pandangannya terpaku pada sosok pria yang berdiri di depannya—Gavin. “Ini cowok… gantengnya kebangetan!” jeritnya dalam hati, seketika melongo. “Fix, ini bukan manusia… ini kayaknya turunan malaikat yang nyasar kuliah di bumi!

