SEASON 2 // Bab 98

2761 Words

Pagi pun tiba... Sinar matahari menembus lembut dari celah tirai, menebarkan cahaya hangat ke seluruh ruangan rawat inap itu. Jam dinding menunjukkan pukul 08.00 pagi, sementara aroma antiseptik khas rumah sakit perlahan berganti dengan semerbak lembut bunga segar di meja sisi ranjang. Gavin duduk di kursi dekat tempat tidur, menatap wajah istrinya yang masih tertidur pulas dengan senyum lembut di bibirnya. Rambut Laura sedikit berantakan, tapi justru di situlah pesonanya—wajah polos tanpa rias, namun tetap begitu memikat di mata suaminya. “Sayaaang... Lauraaa, bangun. Udah pagi, Sayang,” Bisiknya pelan sambil mengusap lembut rambut istrinya yang terurai di bantal. Laura menggeliat kecil, suaranya serak manja. “Eummm... Maaas, Laura masih ngantuuuk...” Gavin tersenyum gem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD