DI RUMAH GAVIN — PUKUL 12.00 SIANG Suara deru mobil berhenti di depan rumah. Tak lama kemudian, pintu terbuka, dan seorang pria muda dengan koper di tangan melangkah masuk sambil tersenyum lebar. “Mamaaah! Anak ganteng Mama pulang nih!” seru Sagara lantang dari ruang tamu, suaranya memenuhi seluruh rumah yang tenang itu. Dari dapur, Laura yang sedang membantu Bi Inah memasak langsung menoleh kaget. Wajahnya seketika bersinar. Dengan tergesa ia meletakkan sendok di meja, lalu melangkah cepat keluar sambil mengusap tangannya di celemek. “Sagara?” katanya terengah tapi penuh senyum. “Kamu udah sampai, Sayang?” “Iya, Ma!” jawab Sagara sambil tertawa kecil, kemudian mendekat dan langsung mencium tangan ibunya. Laura membelai rambut putranya penuh sayang. “Ya ampun… Mama hampir nggak perca

