Kembali lagi pada Laura… “Aduuuh! Bodoh, bodoh, bodooh!” Laura mondar-mandir di kamarnya sambil mencengkeram rambutnya sendiri. “Kenapa sih gue bisa seceroboh itu? Bisa-bisanya sampai kegeb sama Mas Gavin?!” gerutunya panik setengah mati. Ia menepuk pipinya sendiri pelan. “Ya Tuhan… malu banget gue. Gimana coba kalau nanti Mas Gavin masuk ke kamar? Mau taro muka di mana gue?” Belum sempat ia menenangkan diri, pintu kamar tiba-tiba terbuka. “Kamu belum tidur?” suara berat Gavin terdengar, tenang tapi cukup membuat Laura langsung merinding. Deg! Jantungnya hampir copot. Namun, alih-alih menjawab, Laura justru langsung cemberut. Wajahnya berpaling sebal, lalu buru-buru melangkah ke ranjang. Ia duduk dengan sengaja membelakangi Gavin, jelas-jelas sedang ngambek. Gavin hanya t

