Tuhan Maha Baik

2077 Words

Irfan menoleh ke belakang dan menghela nafas panjang. “Tuan, apa sebenarnya yang membaut Tuan meragu dengan semua ini? Apakah Tuan ragu karena wajah tuan yang sedikit berantakan. Kita juga bisa mengunjungi klnik dokter Rysca dan dokter Yhaty. Itu bukankah merupakan sahabat Tuan? Saya rasa mereka tidak akan banyak bertanya mengenai wajah Tuan…” uacp Irfan lagi yang tak juga di hiraukan oleh tuannya. “Menurut kamu bagaimana? Apakah perlu saya sampai mampir ke dokter? Sepertinya tidak. Dan untuk pakaian, sepertinya saya bisa menggunakan stock pakaian yang ada di kantor. Minta saja Mba Nurul untuk menyiapkan semua kebutuhan saya. Sekaligus pakaian yang akan saya gunakan.” Ucap Arthur dengan suara lemah. “Fan, kamu ada rokok bukan? Saya minta…” tangannya menadah kearah Irfan yang juga sedang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD