Pidato Pengakuan

1612 Words

“Zoya?” pria itu menggumam perlahan lalu menoleh kearah orang yang di tunjuk sang istri. “Yakin kamu dia Zoya?” tanya Dimas lagi seolah tak percaya dengan kecantikan Zoya malam itu yang bak bidadari. “Jadi, kalau bukan Zoya mantan kamu siapa lagi? Mayat hidup? Makanya coba lihat dengan mata kamu baik-baik!” ketusnya dengan kesal membuat Dimas mendekat kearah Zoya. “Zoya…” Karena merasa pemilik nama itu, Zoya menoleh terlebih karena merasa sangat mengenal suara yang tidak asing di telinganya. Tak hanya Zoya, Ziont juga menoleh kearah suara yang memanggil sang istri. Mengetahui siapa gerangan yang memanggil sang istri sontak Ziont merangkul pinggang sang istri dengan mesra. “Han, yuk kita salamin pengantin, biar kita cabut…” bisik sang suami di telinga Zoya. “Oke, Bee.” Zoya mengangg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD