Karena tak ingin melihat situasi malam yang dia buat sangat romantis ala-ala dirinya, Ziont tak ingin melihat air mata kesedihan sang istri. Dan secepat kilat dia mengalihkan pemicaraan serius mereka dengan canda. “Maksud kamu, kamu gak mau posisi berubah itu, itu kamu pengen kita pelukan terus gini, Han? Tanpa seleai benangpun yanng misahin kita, gitu?” Tentu saja itu bukan ajakan m***m sang suami. Tapi kalimat canda yang berusaha di ucapkan sang suami untuk memutuskan kesedihan sang istri dan takut membuat sang istri ter sugesti dengan rasa sedih dan menjadikan sang istri rapuh kembali. “Hidih! Kamu mau-nya…” sahut Zoya akhirnya dengan tawa renyah. “Emang kamu gak mau, Han? Serius kamu nolak aku nih. Kamu tahu bukan di setiap pertempuran kita aku selallu keluar sebagai pemenangnya?”

