Sontak Windy menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang mantu dan putera sulungnya yang manja kepadanya. “Syaratnya, kalian gak boleh ada yang saling salah menyalahkan atau bagaimana. Ingat, semua yang terjadi dengan kita di dunia atas seizin Allah. Jadi jangan menyalahkan apapun, oke?” “Oke, Ma…” keduanya menganggukakn kepala dengan mimik wajah tidak sabar ingin mengetahui apa yang akan di tuturkan oleh ibunda mereka. “Cerita sebenarnya bermula ketika di Shanghai…” jawab Windy menghentikan kalimatnya karena melihat wajah sang putera seketika memerah bak tomat rebus. “Mama—, emang gak ada apa opening story yang bagusan dikit gak di Shanghai. Kita ke luar negeri gak cuma di Shanghai loh, Ma. Ada Hawai, Canada, Mexiko Brazil, Italy, Paris, Roma, Wina, Turkey, Dubai, Moskow, New Zella

