Ciuman panas itu akhirnya di lepas Novan dan dia berbisik lembut tepat di telinga Mariska. “Ayo kita menikah jika memang kamu sudah siap menjadi istriku. Aku akan menyerahkan seluruh cinta, jiwa dan ragaku hanya untukmu…” “Ayo kita menikah minggu depan?” Bisik Mariska lagi membuat Novan terkejut. “Kenapa secepat itu? Emang kamu yakin keluargamu akan merestuiku?” Ucap Novan Gamang, matanya terlihat ragu menghadapi kenyataan. Karena sadar dirinya tak sebanding jika di sandingkan dengan ZIont. Yang di gadang-gadang oleh ibunda Mariska akan menjadi menantunya. Seketika Novan menelan ludahnya pahit. “Kamu tenang saja. Aku punya jurus jitu andaipun mereka tidak merestui kita….” “Apa?” “Ada, dech. Pokoknya kita tetap menikah. Mau apapun yang terjadi, titik!” Tegas Mariska dengan penuh perc

