Berbeda dengan Mariska yang telah move on dari kejadian malam itu, Arthur justru terlihat masih tak habis pikir dengan wanita yang baru menolaknya. Hingga ketika dirinya sedang menikmati makan malam bersama keluarganya, lamunannya jauh melayang pada kejadian tadi siang dimana dirinya di tolak. Sesekali Arthur menggelengkan kepalanya dengan tangan yang terus mengayun tapi tak kunjung sampai dalam mulutnya. “Arthur, kamu itu kenapa? Masih terbayang-bayang wajah pacarmu?” Tanya sang ayah di sebuah meja makan dimana mereka tengah berkumpul bersama ibu tiri dan adik-adiknya. “Loh, Pa. Emang Kak Arthur punya cewek?” Tanya sang adik yang langsung menatap kearah sang ibu dengan senyum penuh arti. “Ada, masak kamu gak ketemu tadi di kantor? Di bawa ke kantor sama dia. Papa yang gak sengaja kete

