Windy terpukul melihat sang cucu yang ada di gendongan sang perawat. “Demian gak takut? Anak pinter…” jawab Windy dengan senyum patah. “Nanti mama marahin Opa ya…” “Oma tidak boleh sedih. Tuan ini tidak salah. Dia tidak suka sama mama dan Demian itu hak Tuan ini…” ucap Demian menunjuk tegas ke arah Swan. Membuat Zoya terkejut begitupun Windy. “Kalau Tuan tidak menyukai Demian dan mama, boleh. Tapi jangan pukul papa Demian!” Teriak Demian membuat Swan menatap tajam mengarah ke suara bocah kecil itu berada. Lalu dia memanggil asisten pribadinya. “Ardian!!” Teriak Swan. Dan Ardian berlari tergopoh-gopoh mendekat kearah sang tuan. “Papa!!” Teriak Ziont sembari merebut Demian dari Fahira, membuat Demian semakin menggigil melihat pertengkaran orang dewasa yang selama ini belum pernah dia l

