Mendengar kalimat dari wanita yang pernah dia rebut kesuciannya membuat Arthur merasa salah tingkah. Dia tak menyangka bernegoisasi dengan wanita akan se alot ini hingga membuatnya nyaris putus asa. “Aku hanya akan bicara sebentar denganmu, tidak lama…” “Aku tidak punya waktu dan tidak merasa harus melayani permintaanmu, kita tidak se akrab itu!” Tegas Mariska yang langsung berusaha keluar karena lift telah berbunyi. Dan secepat kilat Arthur ikut keluar. Mariska mempercepat langkahnya, dan ternyata sahabatnya telah menyambut kehadirannya karena memang sebelum memasuki butik milik sahabatnya itu dirinya sudah menghubungi sang sahabat. “Heii…Ris…” sapa Poppy dengan ramah dan melambaikan tangannya ketika pintu lift terbuka. Dan seketika langkahnya yang akan menyambut sang sahabat seperti

