Albert duduk di meja kerjanya pagi itu, menatap dokumen-dokumen yang menumpuk dengan pikiran setengah fokus. Semalaman ia tidak tidur karena menjaga Valentina yang demam, dan pagi ini ia langsung berangkat ke kantor sementara Kiara tetap di mansion Alden untuk merawat putri mereka. Kelelahan terlihat jelas di wajah Albert. Garis-garis halus di bawah matanya semakin tegas, tetapi ia tetap memaksa dirinya bekerja. Ia menekan pelipisnya, mencoba mengabaikan rasa sakit kepala yang muncul. Baru saja ia hendak menandatangani berkas penting, pintu ruangannya tiba-tiba terbuka tanpa ketukan. Masuklah Victoria Hales. Wanita berusia empat puluh satu tahun itu melangkah masuk dengan anggun, rambut cokelat tuanya tergerai rapi, parfum mahalnya memenuhi ruangan, dan senyum menggoda menempel di wajah

