Bab 89

1803 Words

Alden melangkah masuk ke dalam ruang kerja Albert dengan langkah mantap, meski dalam dadanya rasa gugup bercampur amarah berkecamuk. Ruangan itu luas, penuh dengan rak buku, lemari arsip, dan aroma khas kayu jati tua yang mahal. Di balik meja besar, Albert duduk dengan tenang, berkacamata, tangannya sibuk membolak-balik berkas. Tatapannya serius, ekspresinya sama sekali tidak terkejut. Namun begitu Albert mendengar suara pintu tertutup, ia mendongak. Sebelah alisnya terangkat, menatap putranya yang berdiri tegak di depan meja. “Alden?” suaranya berat, tapi datar. “Kau sudah kembali dari Maldives? Bulan madu kalian sudah selesai?” Alden tidak langsung menjawab. Ia hanya berdiri mematung, kedua tangannya terkepal, matanya menusuk tajam ke arah ayahnya. Lalu ia berdeham, mencoba menahan nad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD