Bab 112

1993 Words

Pagi itu, cahaya matahari menembus jendela besar mansion, memantul lembut di lantai marmer yang bersih. Suasana mansion terasa hidup namun tetap tenang. Kiara berjalan cepat dari dapur ke ruang makan, matanya menatap para koki dan pelayan yang sedang sibuk menyiapkan sarapan. “Pastikan semuanya segar dan hangat,” ucap Kiara tegas namun lembut, menatap kepala koki yang menata roti, buah, dan jus segar. “Dan bungkus sebagian untuk kita bawa ke rumah sakit. Cassandra akan senang kalau bisa makan makanan hangat dan nyaman.” Para koki dan pelayan mengangguk, sibuk menyiapkan semua sesuai arahan. Wangi roti panggang, telur orak-arik, dan aroma kopi baru membuat seluruh mansion terasa hangat. Kiara memeriksa setiap meja dan kompor, memastikan semuanya rapi dan bersih. Ia menepuk punggung seoran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD