Bab 119

1592 Words

Tangisan Valentina menggema dari kamar bayi, suaranya nyaring dan memecah suasana tenang di dalam mansion. Kiara yang sedang berada di ruang tengah segera berlari tergesa, khawatir putrinya itu ketakutan karena terbangun sendirian. Namun langkahnya terhenti di ambang pintu kamar. Pandangannya membeku ketika melihat sosok Alden di dalam. Laki-laki itu berdiri dengan tubuh tegap, hanya mengenakan celana pendek rumah. Bahunya lebar, kulitnya sedikit berkeringat setelah mungkin berolahraga ringan, dan kini kedua lengannya menopang tubuh mungil Valentina. Dengan suara rendah yang penuh kelembutan, Alden bergumam, “Shh… adik cantik jangan menangis… ada kakak di sini…” Kiara mendadak tercekat. Hatinya berdebar tanpa kendali, bukan hanya karena melihat putrinya berada di pelukan orang lain, teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD