Bab 109

2767 Words

Cassandra kini terbaring di ranjang rumah sakit terbaik, dikelilingi oleh mesin dan selang yang menempel di tubuhnya. Tubuhnya tampak lemah, kulit pucatnya hampir tidak menunjukkan tanda kehidupan aktif, namun setiap detak jantungnya tetap tercatat di monitor di samping ranjang. Alden berdiri di samping ranjang itu, wajahnya tegang, tangan menggenggam erat tangan Cassandra seakan ingin menempelkan seluruh energinya agar istrinya itu tetap ada. Matanya merah dan bengkak karena menangis sepanjang malam, namun ia tidak peduli. Yang ada di pikirannya hanya satu: Cassandra harus bangun. Harus. Setiap kali melihat wajahnya yang pucat dan diam, d**a Alden terasa sesak, rasa sakit merayap ke setiap ujung tulangnya. Ia menundukkan kepala, menatap wajah istrinya yang tertutup sebagian selimut, dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD