Albert duduk di kursi panjang ruang keluarga dengan secangkir kopi hitam di tangannya. Mata tajamnya sesekali menatap ke arah taman belakang yang mulai disinari matahari pagi. Suara tawa kecil Valentina yang bermain dengan pengasuhnya terdengar samar dari arah gazebo, dan di sanalah pandangan Albert tertuju paling lama. Senyumnya muncul perlahan, tipis tapi tulus. Setelah meneguk sisa kopinya, ia bangkit, merapikan lengan kemejanya, lalu melangkah menuju taman belakang. Kiara duduk di sana, mengenakan dress kasual berwarna krem, rambutnya digerai lepas. Valentina duduk di pangkuannya sambil menggenggam bunga kecil yang tadi dipetik. Albert berhenti di belakangnya, menunduk, dan mengecup puncak kepala istrinya. “Pagi yang indah, ya?” katanya pelan. Kiara menoleh dan tersenyum kecil. “Ind

