Cassandra terbangun dengan tubuh berkeringat, rasa sakit di kepalanya begitu menusuk hingga membuatnya hampir tidak bisa membuka mata. Dadanya naik-turun cepat, perutnya seperti diremas, lalu mual yang begitu kuat datang tanpa ampun. Ia menahan mulutnya dengan tangan, lalu berlari tergesa-gesa ke arah kamar mandi. Begitu sampai di depan wastafel, ia membungkuk dengan lemas. Tubuhnya berguncang hebat ketika isi perutnya ingin dikeluarkan. Namun yang keluar hanya cairan putih, bukan makanan, bukan apa pun yang bisa membuatnya merasa lega. Ia memegangi tepi wastafel, wajahnya pucat, matanya berair, keringat dingin mengucur deras di pelipisnya. "Apa... apa yang terjadi denganku?" gumam Cassandra dengan suara parau, tubuhnya masih gemetar. Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajah yang bi

