Bab 159

2357 Words

Langit Manhattan tampak berwarna keemasan sore itu ketika Albert berdiri di depan jendela kantornya di lantai tertinggi gedung Roberto Group. Dari ketinggian itu, New York terlihat hidup seperti biasa — lalu lintas padat, suara sirene jauh, dan bias matahari yang memantul di kaca gedung-gedung tinggi. Namun pikirannya melayang entah ke mana. Kalender di mejanya menunjukkan tanggal yang membuat jantungnya berdegup aneh. Hanya tujuh hari lagi sebelum ulang tahun pertama putrinya, Valentina. Satu tahun. Waktu berjalan terlalu cepat, bahkan untuk pria seperti Albert yang terbiasa mengatur segalanya dengan presisi. Ia masih ingat malam saat Kiara melahirkan. Ia yang biasanya dingin dan tenang berubah menjadi panik, menunggu di luar ruang bersalin dengan tangan gemetar. Lalu tangis kecil itu t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD