Bab 147

3189 Words

Langit New York sore itu dipenuhi warna jingga lembut yang memantul di gedung-gedung kaca pencakar langit. Angin musim gugur yang dingin berembus cukup kencang, membuat daun-daun kering beterbangan di trotoar kota yang ramai. Di antara keramaian itu, seorang pria tampak berjalan cepat sambil menenteng dua kantung kertas dan wajah yang jelas menunjukkan kelelahan luar biasa. Itu Alden. Kemejanya yang tadi rapi kini sedikit kusut. Sepatu kulitnya kotor karena debu jalanan. Rambutnya acak-acakan, dan napasnya tampak berat setiap kali dia berhenti di lampu merah. Sudah hampir dua jam ia berkeliling Manhattan hanya untuk mencari satu hal — macaron. Bukan macaron sembarangan, tapi yang rasanya mirip dengan buatan Kiara, istri dari ayahnya sendiri, Albert. Cassandra, istrinya, sejak siang tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD