Bab 199

2869 Words

Victoria duduk bersandar pada dinding sel, tubuhnya tampak lemah namun matanya masih penuh rencana dan kebencian. Ketika langkah kaki terdengar dari tangga besi, ia mengangkat kepalanya pelan. Seorang pelayan wanita masuk, membawa nampan berisi makanan dan sebotol air. Pelayan itu bukan pengawal, bukan orang kuat atau terlatih. Ia gadis muda, wajahnya tampak gugup, tangannya sedikit gemetar karena atmosfer ruang bawah tanah itu sendiri sudah cukup membuat siapa pun takut. Victoria menyeringai. “Ah…” ucapnya pelan, suaranya serak tetapi licik. “Akhirnya seseorang yang bukan monster berbadan besar datang ke sini.” Pelayan itu menelan ludah, berdiri beberapa langkah dari jeruji. “Ini… waktunya makan. Tuan Albert bilang… kamu harus makan habis.” Victoria tertawa kecil, tawa sinis tanpa sua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD