Albert duduk di ruang kerjanya dengan wajah dingin. Di depannya, seorang pria berpakaian hitam berdiri memberi laporan. “Sudah jelas, Tuan,” ujar pria itu pelan. “Orang yang berada di balik pembakaran gaun itu adalah Victor Moretti.” Albert menatapnya tajam. “Kau yakin?” “Seratus persen. Kami punya rekaman pembicaraan dengan orang suruhannya, juga bukti transfer. Semua mengarah pada dia.” Albert menghela napas, lalu menyeringai tipis. “Victor. Rupanya dia masih menyimpan dendam.” Pria itu ragu sejenak. “Apakah Anda ingin kami langsung menyingkirkannya?” Albert mengangkat tangannya. “Tidak terburu-buru. Aku ingin dia tahu siapa yang dia tantang. Bawa dia ke hadapanku. Malam ini.” --- Malam hari, di sebuah gudang milik Albert. Victor duduk di kursi dengan tangan terikat, wajahnya teg

