Bab 170

1157 Words

Langit New York sore itu diselimuti awan tebal. Angin musim dingin bertiup tajam di antara gedung-gedung tinggi, mengibaskan daun-daun kering yang berjatuhan di sepanjang jalanan kota. Di tengah lalu lintas yang padat, sebuah mobil hitam berlogo mewah melaju cepat di antara kendaraan lain. Di balik kemudi, Albert Roberto menatap jalan dengan wajah serius. Rahangnya mengeras, matanya penuh dengan ketegangan yang sulit disembunyikan. Tangan kirinya mencengkeram setir, sementara tangan kanannya mengepal di pangkuan. Sejak mendarat di bandara JFK tadi siang, pikirannya hanya satu: menemui Kiara. Ia tahu dari asisten pribadinya bahwa istrinya tidak berada di mansion mereka, melainkan di rumah Alden dan Cassandra selama beberapa hari terakhir. Mendengar itu saja sudah cukup membuat jantungnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD