Bonus 9: Gempa - Erin

2359 Words

"Ayo naik." Erin mendongak, yang semula sedang fokus menatap ponsel, mau pesan ojol. Eh, didahului oleh kehadiran partner kerjanya. Ya, Mas Gempa datang memberi tumpangan. Erin tatap sosok itu. "Rumah kita nggak searah, Mas." "Nggak pa-pa, kali ini saya mau ke arah sana. Ayo!" Terima nggak, ya? Mas Gempa niatnya baik. Dan itu yang bikin Erin kurang nyaman akhir-akhir ini, gerangan terlalu baik, jauh beda dengan awal-awal pertemuan. Tahu nggak, sih? Saat Erin makan di kantin kantor, tiba-tiba ada yang mengantarkan sepiring kecil potongan melon buat cuci mulut ke mejanya, buat Erin. Di situ dia seketika jadi pusat perhatian, orang-orang bertanya dari siapa, pun Erin penasaran, tetapi ending-nya sosok pemberi melon itu dinobatkan sebagai penggemar rahasia Erin. Pernah menjadi trending t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD