27. Putri Korbannya?

1222 Words

Elisa tak bisa mengusir kata-kata Maya dari kepalanya sepanjang pagi. Setiap klik mouse, setiap lembar laporan, hanya menguatkan bisikan itu, "Ini bukan keberuntungan. Ini diatur". Seperti ada tangan tak terlihat yang menggerakkannya dari Surabaya ke sini, ke rumah itu, ke kehidupan yang tiba-tiba menjadi miliknya. Saat berpamitan tadi pagi, Maya masih sempat memegangi bahunya, pandangannya berat. "Hati-hati, El. Serius." Dan Elisa tahu maksudnya melampaui peringatan biasa. Maya menduga seseorang, dan satu-satunya nama yang tersisa adalah Wira. Logika itu menusuk, Wira punya kuasa, Wira punya akses. Tapi mengapa? Mengapa dia harus repot-repot mencari seorang Elisa dari Surabaya dan membawanya ke sini? "Dor! Ngelamun aja." Elisa terkejut, hampir menjatuhkan cangkir kopinya. Fani berdiri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD